Jangan Asal Pilih! Perhatikan Ini Sebelum Pasang BiLED di Motor

blank

Ilustrasi lampu BiLED (Sumber: Radar Banyumas)

Penggunaan lampu BiLED pada sepeda motor semakin populer karena kemampuannya memberikan pencahayaan yang lebih terang dan fokus dibandingkan lampu standar. 

Namun, pemasangan yang tidak tepat dapat membahayakan pengendara lain karena sorotan cahaya yang menyilaukan. 

Tips Pilih BiLED yang Tepat

Dikutip dari Kumparan, Nanang Sunardi, Kepala Mekanik di Bengkel Pendawa Horn, mengingatkan pentingnya pemasangan lampu BiLED yang sesuai dengan standar yang benar, mulai dari sistem kelistrikan hingga pengaturan sorot cahaya.

“Untuk kelistrikan, kami menggunakan relay, sekring, dan kabel minimal 2 mm untuk menghindari kabel cepat panas,” jelas Nanang. Selain itu, pengaturan ketinggian sorot cahaya juga sangat penting. Pada sistem manual, sorot lampu harus dapat disesuaikan ketinggiannya sesuai kebutuhan. 

Lebih praktis lagi, Nanang merekomendasikan penggunaan sistem electric levelling yang memungkinkan pengendara untuk menyesuaikan sorot lampu hanya dengan menekan tombol.

“Harga pemasangan lampu BiLED dua ukuran sedang lengkap dengan electric levelling, road level, bracket, retrofit, relay set, dan instalasi berkisar antara Rp 2,8 juta hingga Rp 3,5 juta. Semua sudah termasuk, tinggal pasang di motor,” tambah Nanang. 

blank

Ilustrasi pemasangan BiLED (Sumber: Kompas.com )

Pemasangan lampu BiLED dengan fitur electric levelling memberikan kenyamanan, karena posisi sorot lampu dapat disesuaikan tanpa perlu melakukan bongkar pasang.

Nanang juga menekankan pentingnya pengaturan posisi lampu pada saat retrofit agar lebih fleksibel. “Banyak yang menggunakan lem untuk pemasangan lampu yang bersifat permanen, itu jadi tidak bisa disetel otomatis. Kami lebih memilih menggunakan bracket, yang memungkinkan pengaturan manual,” ujarnya. 

Bracket ini bisa digunakan di berbagai jenis motor, baik yang menggunakan dua lampu BiLED seperti NMax, Aerox, PCX, dan Vario, maupun satu lampu seperti Scoopy, Beat Deluxe, dan Nouvo.

Bagi pengguna motor yang hanya ingin menambah fitur levelling, harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp 350 ribu untuk levelling standar, hingga Rp 450 ribu untuk versi dengan 10 pengaturan. Dengan pemasangan levelling, pengaturan sorot lampu menjadi lebih mudah tanpa perlu membongkar bodi motor, sehingga berkendara di malam hari tetap aman bagi diri sendiri dan pengendara lainnya, karena sorot lampu dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.

Dengan mengikuti panduan pemasangan yang tepat, motormu bisa mendapatkan pencahayaan yang optimal dan aman digunakan di jalan raya.

Pastikan Ada Part Ini Sebelum Pasang BiLED

blank

Sebelum memasang BiLED di motormu, pastikan motormu telah ditenagai atau mendapat support power dari Aki Dynavolt. 

Aki Dynavolt punya tiga varian, yakni Nano-Gel, Lithium, dan Sodium Ion tentunya dengan kelebihannya masing-masing.

Aki Nano-Gel dari Dynavolt merupakan teknologi Nano-Gel pertama di dunia. Berkat teknologi ini, Cold Cranking Ampere (CCA) yang dihasilkan sangat besar. Selain itu, self-discharged aki juga rendah yang membuat masa pakai aki lebih panjang.

Kemudian ada aki Lithium Dynavolt yang sudah sering digunakan pada motor balap dan moge. Aki Lithium Dynavolt memiliki CCA yang lebih besar lagi, bobot yang ringan, serta dilengkapi dengan digital display.

Dan yang terakhir adalah aki Sodium Ion Dynavolt yang terkenal memiliki bobot sangat ringan. Aki ini juga dilengkapi dengan Battery Management System (BMS) yang membuat aki menjadi anti kembung.

Selain itu, Aki Dynavolt sudah dipercaya dan dipakai di lebih dari 90 negara di dunia. Aki Dynavolt sendiri juga dipakai dalam ajang balap MotoGP (Moto2, Moto3, dan MotoE) serta WSBK. 

Jangan ragu lagi! Pakai aki Dynavolt sekarang di motor kamu! Untuk informasi lebih lanjut, cek produk aki Dynavolt di:

  1. Instagram, Facebook, & Tiktok Dynavolt.Ind
  2. YouTube DynavoltIndonesia107
  3. Shopee Dynavolt Official Store
  4. Tokopedia Dynavolt Official Store